Minggu, 20 Mei 2012  Pukul : 22:49 wib

Monthly Archives: May 2010

Air Conditioner (AC)

Malam sudah begitu larut, mata ini sudah tidak bisa lagi di ajak kompromi, terasa sangat berat sekali jari-jari ini menari-nari di atas papan keyboard, Baiklah saya tidak akan panjang lebar mengenai rasa kantuk saya ini, lebih baik mari kita saling berbagi sedikit info mengenai bagia-bagian air conditioner( AC ), Sebenarnya saja sih di dalam unit air conditioner( AC ) itu. Nah ini dia Bagian-bagian dari Air Conditioner( AC ) adalah meliputi, Kompresor, Kondensor, Evapurator, Pengering, Pipa Kapiler Atau Ekspansi, Straeiner ( filter ). Nah nanti bagian-bagian dari unit AC akan kami jelaskan, Dan yang paling penting untuk Air Conditioner adalah PERAWATAN berkala ( Rutin di bersihkan ), Ayo sekarang mari kita bahas tentang bagian-bagian dari Air Conditioner :

Kompresor

Merupakan bagian yang paling penting dari mesin pendingin, kompresor menekan bahan pendingin kesemua bagian dri system. Pada system refrigerasi kompresor bekerja membuat perbedaan tekanan pada masing – masing bagian. Karena dengan adanya perbedaan antara sisi tekanan tinggi dan tekanan rendah, maka bahan pendingin cair dapat melalui alat pengatur aliran ke evaporator.
Fungsi kompresor sendiri adalah menghisap gas refrigerant dari evaporator yang bertekanan dan bertemperatur rendah kemudian memampatkan gas tersebut menjadi gas yang bertekanan dan bertemperatur yang tinggi.

Kondensor
……baca selengkapnya »»

Sistem Kerja Kulkas Dan Bagian-Bagian Komponen Kulkas

Sistem kerja lemari es dimulai dari bagian kompresor sebagai jantung kulkas yang berfungsi sebagai tenaga penggerak. Pada saat dialiri listrik, motor kompresor akan berputar dan memberikan tekanan pada bahan pendingin. Bahan pendingin yang berwujud gas apabila diberi tekanan akan menjadi gas yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Dengan wujud seperti itu, memungkinkan refrigerant mengalir menuju kondensor. Pada titik kondensasi, gas tersebut akan mengembun dan kembali menjadi wujud cair, Refrigerant cair bertekanan tinggi akan terdorong menuju pipa kapiler. Dengan begitu refrigerant akan naik ke evaporator akibat tekanan kapilaritas yang dimiliki oleh pipa kapiler. Saat berada di dalam evaporator, refrigerant cair akan menguap dan wujudnya kembali menjadi gas yang memiliki tekanan dan suhu yang sangat rendah. Akibatnya, udara yang terjebak di antara evaporator menjadi bersuhu rendah dan akhirnya terkondensasi menjadi wujud cair. Pada kondisi yang berulang memungkinkan udara tersebut membeku menjadi butiran-butiran es. Hal tersebut terjadi pada benda atau air yang sengaja diletakkan di dalam evaporator.
……baca selengkapnya »»

Categories

Categories

Search

Archives