Poltar Angkatan V 2010
Poltar Angkatan V Tahun 2010 Nautika Kapal Penangkap Ikan SMK Negeri 1 Bulakamba bersama dengan Kaprog. Bapak Hindriyono, S.Pi. dan Sang Instruktur Kebanggaan Bapak Wihanto, S.Pi (Mantan Komandan Tagana Kabupaten Brebes)

Poltar Angkatan V Tahun 2010 Nautika Kapal Penangkap Ikan SMK Negeri 1 Bulakamba bersama dengan Kaprog. Bapak Hindriyono, S.Pi. dan Sang Instruktur Kebanggaan Bapak Wihanto, S.Pi (Mantan Komandan Tagana Kabupaten Brebes)

Dalam upaya peningkatan kompetensi dan penyesuaian karakter siswa dalam lingkungan kerja, maka perlu dilaksanakan praktek kerja industri yang dalam hal ini dilaksanakan di laut untuk program keahlian nautika kapal penangkapan ikan.
Praktek kerja industri dilaksanakan dalam 2 Tahap , yaitu :
1. Kelas 1 ; Dilaksanakan di daerah sendiri dengan prinsip peningkatan pengetahuan dan kompetensi lokal
2. kelas 2
ilaksanakan… ……baca selengkapnya
PELAUT KAPAL IKAN TAIWAN
A. PENDAHULUAN
Saat ini Taiwan muncul sebagai salah satu Negara kuat untuk sector perikanan. Yang mana ikan yang mereka hasilkan sebenarnya melalui lautan lepas, laut dalam, laut dingin dan laut disekitar wilayah mereka.
Dalam mengoperasikan armada penangkap ikannya, Taiwan mengadopsi system Jepang, hanya saja ada beberapa bagian yang dihilangkan / dipotong juga masalah tekhnologi kapal penangkap ikan yang digunakan oleh Jepang, disederhanakan oleh Taiwan sehingga pemilik kapal ikan Taiwan membutuhkan banyak sekali tenaga kerja yang trampil dan berpengalaman untuk mengoperasikan kapl-kapalnya.
Secara garis besar kapal ikan ada 2 jenis, yaitu :
……baca selengkapnya
Unit ini menjelaskan prinsip dasar dalam membangun kerjasama dengan orang atau kelompok lain. Kompetensi ini berkaitan dengan prinsip dasar berkomunikasi, baik dalam forum rapat maupun dalam kerja kelompok. Untuk dapat melaksakan unit ini diperlukan pengatahuan dan keterampilan. Unit kompetensi ini diperlukan pada seluruh pekerjaan dibidang nautika perikanan laut.
……baca selengkapnya
Indonesia adalah negara bahari yang memiliki potensi besar di bidang kelautan. Peluang kerja di bidang ini pun terbuka lebar. Salah satu jurusan di sekolah menengah kujuruan (SMK) yang mencetak calon pelaut ini adalah Nautika Kapal Penangkap Ikan.
Para lulusan dari Program Keahlian ini sendiri memang dituntut memiliki kompetensi yang memadai. Selain itu, untuk dapat bekerja di kapal penangkap ikan, idealnya mereka memiliki bekal sertifikat. Dengan menggenggam sertifikat BST (Basic Safety Training), sertifikat ANKAPIN dan buku pelaut, mereka dapat bekerja di kapal penangkap dan pengangkut ikan, baik domestik maupun luar negeri.
siswa kelas 2 yg praktek berrlayar di perairan Indonesia Timur sudah pulang semua, dan kondisinya dalam keadaan sehat, n tdk kurang suatu apapun….