
Mobil Kiat Esemka bersilinder 1.500 cc dengan panjang 4,8 meter telah diujicobakan dengan menempuh perjalanan sejauh 70 kilometer dari Klaten ke Tawangmangu
Sebuah gebrakan awal tahun 2012 memantik kebanggaan menjadi rakyat Indonesia. Siapakah yang melancarkan terobosan pada awal tahun Naga… ……baca selengkapnya
Pendidikan merupakan faktor yang menentukkan kecerdasan suatu bangsa, melalui pendidikan manusia akan dibekali ilmu pengetahuan dan pengajaran tentang kehidupan yang mencakup banyak hal seperti afektif, psikomotor, dan kognitif. Sebagai salah satu cita- cita nasional yang tercantum dalam… ……baca selengkapnya
Bagi bangsa Indonesia tiap-tiap tanggal 17 Agustus merupakan hari yang sakral dan perlu dihormati secara khidmat dan penuh sukacita. Tanggal itu sebagai penanda bahwa Indonesia sudah merdeka dan lepas dari belenggu penjajah. Biasanya perayaan di sana-sini diisi dengan perayaan dalam upaya perenungan diri. Begitu meluap-luap kegembiraan rakyat menyambut kemerdekaan ini adalah sesuatu yang wajar. Apalagi diketahui kemerdekaan yang diperoleh tidaklah mudah dan penuh pengorbanan. Tercatat dalam sejarah sudah banyak ‘cucuran’ darah dan air mata yang disumbangkan untuk merebut bumi pertiwi ini.
Pada peringatan hari kemerdekaan ke-65 ini, kita akan lebih berbicara aspek kemerdekaan dalam konteks demokratisasi informasi. Sedikit orang mengetahui pada masa-masa merdeka ini, apakah mereka sudah mendapatkan hak dan kesetaraan akan kebutuhan informasi? Renungan inilah yang sebenarnya perlu disoroti dalam memaknai arti hari kemerdekaan bagi kita semua sebagai bangsa Indonesia.
Jiwa, semangat dan keinginan untuk merdeka hendaknya tidak luntur begitu saja bagi kita bangsa Indonesia. Bila banyak orang beranggapan penjajah sudah pergi dari bumi pertiwi sejak tahun 1945, itu adalah kesalahan besar. Pada dasarnya penjajah itu datang silih berganti dengan segala bentuk dan rupa. Mulai dari sikap konsumerisme, narkoba, kriminalitas, kemiskinan, putus sekolah dan lain-lain. Jadi dapat dikatakan bahwa terpaan praktek-praktek penjajahan itu adalah musuh yang nyata bagi pembangunan dan perkembangan bangsa Indonesia.
Salah satu yang sedang mencuat adalah masalah globalisasi informasi yang ditandai dengan perkembangan dunia teknologi informasi. Seperti kita sudah ketahui bahwa muncul lagi satu ruang baru yang biasa disebut orang dengan dunia maya atau digital. Dengan adanya temuan baru berkonsep bilangan biner ini yang membuat orang mampu melakukan konvergensi dengan berbagai media. Alhasil manusia dapat dengan mudah mencari apa saja yang mereka butuhkan. Bermula dari pemikiran orang perorang yang sifatnya pribadi yang dikenal dengan pengetahuan, berubah menjadi informasi yang diakui kesahihan dan kehandalannya di masyarakat. Kumpulan informasi tersebut kemudian disimpan dalam layaknya file-file komputer yang dikenal dengan data (Straubhaar, 2004).
……baca selengkapnya
Komentar Anda