Untuk dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) di SMK, dibutuhkan calon siswa yang tidak hanya berkemampuan akademis tinggi saja, tetapi harus memiliki minat dan bakat serta kondisi fisik dan mental yang sesuai dengan… ……baca selengkapnya
| No | Hari dan Tanggal | Jam | Mata pelajaran |
| 1 | UN
Senin, 16 April 2012 |
08.00 – 10.00 | Bahasa Indonesia |
| UN Susulan:
Senin, 23 April 2012 |
|||
| 2… ……baca selengkapnya |

Jakarta – Kementerian Tenaga Kerja dan Trasmigrasi membuka bursa kerja khusus (BKK) di sekolah kejuruan dan perguruan tinggi untuk mempermudah para pencari kerja khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia. Hal itu karena seiring… ……baca selengkapnya

Jakarta – Kementerian Keuangan mengaku telah menyiapkan dana untuk pengembangan mobil nasional di sekolah kejuruan di seluruh Indonesia seperti penciptaan mobil Esemka oleh siswa SMK di Solo.
Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Rahmat Waluyanto mengatakan, dana yang disiapkan bersumber dari dana… ……baca selengkapnya

Mobil Kiat Esemka bersilinder 1.500 cc dengan panjang 4,8 meter telah diujicobakan dengan menempuh perjalanan sejauh 70 kilometer dari Klaten ke Tawangmangu
Sebuah gebrakan awal tahun 2012 memantik kebanggaan menjadi rakyat Indonesia. Siapakah yang melancarkan terobosan pada awal tahun Naga… ……baca selengkapnya
Nilai-nilai kepahlawanan, seperti nilai rela berkorban, cinta tanah air, kerja keras, keteladanan, kejujuran, demokratis, mandiri, dan bertanggung jawab harus diintegrasikan dalam pendidikan karakter. Setiap mata pelajaran di sekolah bisa menjadi sarana penanaman nilai-nilai kepahlawanan tersebut, terutama mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan… ……baca selengkapnya
Pendidikan merupakan faktor yang menentukkan kecerdasan suatu bangsa, melalui pendidikan manusia akan dibekali ilmu pengetahuan dan pengajaran tentang kehidupan yang mencakup banyak hal seperti afektif, psikomotor, dan kognitif. Sebagai salah satu cita- cita nasional yang tercantum dalam… ……baca selengkapnya
Menjadi guru yang kreatif dan inovatif tidaklah sulit. Itu semua bisa dilakukan semua guru mata pelajaran apa pun. Dan yang tak kalah penting adalah dukungan dari pihak sekolah, khususnya kepala sekolah. Seperti yang dilakukan SMKN 1 Bulakamba, yang banyak melahirkan guru-buru kreatif dan inovatif.
Kepala SMKN 1 Bulakamba Drs Samsudin pun mendukung penuh apa yang menjadi ide kreatif dewan gurunya tersebut. Dia tidak segan-segan mengirimkan guru-gurunya yang punta potensi dan bakat untuk mengikuti sejumlah lomba dan ajang kreativitas. Seperti dalam Lomba Penelitian Tekonologi Tempat Guna bagi Guru SMK tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada 18-26 Mei lalu.
Pada 1 Juni 1945 Soekarno membuat sejarah dengan menyusun Pancasila. Namun perkembangannya Pancasila terus mengalami cobaan. Akankah Pancasila abadi?
Eksistensi Pancasila sebagai dasar negara, filosofi bangsa, serta ideologi pemersatu diyakini mulai memasuki gelombang keempat. Kondisi itu ditandai dengan semakin menguatnya keinginan masyarakat agar peran dan fungsi Pancasila kembali direvitalisasi dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.
Rasanya wajar bila warga masyarakat yang berusia 30-an tahun ke atas terhenyak dengan berita ringan yang diulas banyak media massa, bebrapa waktu lalu. Berita itu menyatakan, dalam proses pemilihan abang-none Jakarta Barat tahun ini, lebih dari 50 persen peserta gugur gara-gara tak hafal Pancasila atau lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakan Gunung Semeru! Tapi berilah aku sepuluh pemuda bersemangat, maka aku akan mengguncang dunia,” (Pidato Ir. Soekarno dalam Kongres Pemuda Indonesia 1932 di Surabaya)
Soekarno dibesarkan sejarah dengan cita-cita merdekanya. Di awal gerakannya, mungkin ia dicibir dunia dan rekan-rekan sesama aktifis. Karena betapa mustahilnya perjuangan membuat negara yang sebelumnya tidak ada — de jure maupun de facto — menyatukan ribuan pulau, suku bahasa, dan di tengah kuatnya cengkeraman penjajah Belanda. Tapi Alhamdulillah, berkat rahmat Allah, ikhtiar kecil itu berhasil. Indonesia menyatakan kemerdekaannya melalui pengorbanan para pahlawan dan peran politik Soekarno.
Komentar Anda