Guru Juga Harus Belajar….
Pasti kita pernah mendengar ucapan dari guru waktu kita masih sekolah, disaat kita mempunyai nilai yang jelek dalam ulangan harian misalnya, Guru itu berkata : ” Belajar lagi yang rajin ya…., supaya nilainya bagus”. Atau saat kita malas belajar di kelas guru selalu memberikan motivasi untuk giat belajar. Terkadang ada siswa yang bandel dan prestasinya menurun selalu berkata ” Belajar lagi yang giat….”. Belajar…..Belajar….dan Belajar. Itulah yang senantiasa diucapka oleh sebagian para Guru di sekolah. ![]()
Kalimat perintah yang senantiasa diucapkan hampir mengarah ke siswa. Tetapi apakah seorang Guru juga masih mau belajar ketimabang menyuruh siswanya untuk belajar….?. Jangan bilang karena sudah mengabdi sekian tahun maka sudah pengalaman dalam mengajar, Atau karena materi yang disampaikan itu-itu saja sehingga seorang guru sudah dipandang begitu kompeten sehingga tidak mau untuk belajar lagi. ![]()
Ada beberapa alasan mengapa Guru harus juga Belajar di era seperti ini, diantaranya…:
1. Kurikulum yang sering berubah
Kurikulum dibuat untuk memberikan batasan materi yang akan disampaiakan di KBM suatu sekolah. Kurikulum biasanya mengacu kondisi dan situasi sekarang ini dan memang sebisa mungkin sifatnya harus bisa menyesuaikan keadaan jaman sehingga nantinya bisa diterapkan di kehidupan nyata kelak oleh siswanya. Seorang Guru kalau tidak bisa menyesuaikan cara mengajarnya sesuai kurikulum yang dibuat oleh sekolah maka tidak menutup kemungkinan siswanya juga tidak bisa menyesuaikan keadaan jaman sekarang ini.
2. Strategi Pembelajaran
Seorang Guru dituntut kreatif untuk bisa menyampaikan materi dalam berbagai penyampaian. Maka dari itu harus dibutuhkan strategi yang jitu supaya meteri itu bisa nyampai ke siswa. Karena kondisi kelas yang satu dengan yang lainnya pastilah berbeda karakteristiknya. Jadi jika seorang Guru tidak peka akan hal itu maka tidaklah mustahil mendapatkan hasil yang tidak maksimal dalam penyampaian materinya di kelas.
3. Penguasaan Kelas
Materi akan lebih cepat nyampai ke siswa manakala saat KBM di kelas berjalan sesuai dengan RPP yang dibuat oleh masing-masing Guru. RPP akan berjalan normal manakala seorang guru bisa menguasai kelas saat KBM berlangsung. Misal saat guru sedang mengajar kelas ramai tak terkendali atau ada beberapa siswa yang keluar masuk ke belakang tapi tidak ditegur sehingga kondisi kelas tidak kondusif untuk KBM. Padahal penguasaan materinya bagus dan tertata dengan rapi. Terkadang ini juga dilupakan oleh seorang Guru pada saat mengajar.
4. Mudah berbagi (Sharring) dengan siswa
Siswa sekarang beda dengan siswa jaman dulu, dimana siswa sekarang lebih peka dan kritis dengan kondisi yang ada di sekitar mereka. Semisal ada seorang guru yang hanya membaca buku dalam menyampaikan di depan kelas mereka akan berkata ” wah gurunya aja baru membaca materi, gimana saya bisa…?”, atau gurunya hanya menyuruh sekretaris kelas menulis di papan tulis pastilah para siswa memandang guru tersebut kurang kompeten. Maka dari itu guru dituntut bisa share ilmu, karena tidak menuntut kemungkinan siswa lebih tau informasi materi seiring dengan kemajuan TIK yang bisa diakses oleh siswa sekarang ini. Guru sekarang janganlah merasa paling pinter dihadapan siswanya.
6. Membuat Model Pembelajaran
Diakui atau tidak, metode mengajar dengan hanya mengandalkan papan tulis (konvensional) adalah metode kuno yang sudah tidak jamannya lagi. Guru harus mahir membuat presentasi untuk disampaiakan dengan menggunakan LCD, harus bisa mengoperasikan Aplikasi power point, dan aplikasi lainnya. Intinya seorang guru seharusnya bisa mengoperasikan komputer untuk kebutuhan mengajarnya. Oleh karena itu Bukan buku lagi yang ditenteng masuk ke kelas, tetapi Laptop yang ditenteng ke kelas yang didalamnya sudah terisi perangkat pembelajaran untuk siswanya.
7. Mengetahui Teknologi internet
Ketinggalan jaman rasanya jika seorang guru tidak tahu teknologi internet sekarang ini. Begitu banyak ilmu yang dapat diakses oleh setiap orang (tidak menutup kemugkinan siswa), dan banyaknya jejaring sosial yang bisa digunakan untuk share dengan orang lain (tidak menuntut kemungkinan siswa) sehingga siswa dapat tahu dulu sebelum materi disampaiakn gurunya. Oleh karena itu kalo seorang guru tidak bisa mengakses ilmu-ilmu dari luar (internet) bisa saja kalah informasinya dengan siswanya sendiri.
Itulah sekilas gambaran yang saya rasakan, pentingnya belajar bagi seorang Guru sekalipun sudah berpengalaman dalam mengajar.



Guru memang harus selalu meng up date ilmu nya, karena murid sekarang mendapatkan ilmu dari mana saja, bisa dari majalah, koran, internet dan lingkungan sekeliling.
Saya sendiri sekarang berfungsi menjadi pengajar, dan untuk membuat bahan materi workshop satu hari, perlu waktu seminggu…harus mencari artikel dari mana saja, agar bisa menyesuaikan perkembangan saat ini. Jika tak seperti itu, materi menjadi membosankan, nilai evaluasi jatuh, dan nama saya juga tak menjual lagi….maklum yang diajar adalah para profesional yang banyak tuntutannya.
edratna´s last blog ..Kredit Sindikasi: dilihat dari aspek hukum dan permasalahannya
Kalau Gurunya malas Belajar gimana Muridnya bisa Pinter
Aribicara
Sekolahanya juga Harus memiliki Perpustakaan yang bagus tuh,
Kalau minta bantuan utk pengembangan perpustakaan silahkan hubungi ckckckck..
Dunia Perpustakaan´s last blog ..Inovasi Jaringan Perpustakaan Digital: Network of Networks (NeONs)2
hayooo anak sekarang kritis lho..guru jgn mau kalah,semangat ya..
ok´s last blog ..UAN(part2): Kasus…
Murid sekarang pinter2, tpi jangen minterin gurunya ya…
Ayo semua lebih semangat lgi belajarnya, termasuk gurunya hehehheeeeee
Shanty´s last blog ..Sibuk Itu Mengasyikan
Rasanya sih, dibidang apapun kita bekerja, diperlukan belajar yang terus menerus, karena kondisi lingkungan berubah..perubahan persaingan, globalisasi dsb nya…yang harus dipersiapkan agar kita mampu bersaing, demikian juga anak didik kita
edratna´s last blog ..Membangun semangat agar tidak padam…..