<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SMK N 1 BULAKAMBA * TEKNIK AUDIO - VIDEO</title>
	<atom:link href="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smkn1bulakamba.sch.id/av</link>
	<description>Belajar Berlatih dan Berkarya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Aug 2010 03:17:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Percaya Diri Bahan Bakar Menuju Sukses</title>
		<link>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=102</link>
		<comments>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=102#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 03:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kaprog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[PD]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Orang tua mana yang tak bangga melihat buah hatinya memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sebab, percaya diri alias pede merupakan salah satu modal kuat dalam meraih masa depan. Sayangnya, keinginan agar buah hati memiliki rasa percaya diri tinggi, sering tak dibarengi sikap orang tua. Malah orang tua secara tak sadar sering merusak harga diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Orang tua mana yang tak bangga melihat buah hatinya memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sebab, percaya diri alias pede merupakan salah satu modal kuat dalam meraih masa depan. Sayangnya, keinginan agar buah hati memiliki rasa percaya diri tinggi, sering tak dibarengi sikap orang tua. Malah orang tua secara tak sadar sering merusak harga diri anak yang ujung-ujungnya membuat anak minder alias tak percaya diri.</p>
<p style="text-align: justify;">“GIMANA sih kamu, masa memakai baju saja tak rapi. Sini mama betulkan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin kalimat ini sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari antara ibu dan anak. Tapi tahukah dampak dari kalimat “biasa” tersebut?</p>
<p style="text-align: justify;">Psikolog perkembangan Alva Handayani, S.Psi. mengungkapkan, kalimat itu bisa mematahkan keyakinan anak bahwa dirinya mampu memakai pakaian dengan benar. “Hati-hati dengan kalimat negatif seperti itu. Kamu bandel, kamu nakal, atau kamu bodoh adalah kalimat-kalimat negatif yang bisa menanamkan kepercayaan pada anak bahwa ia memang seperti itu,” ujar Alva.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang anak yang dibawa bertamu oleh orang tuanya misalnya, bisa merasa memang dirinya pemalu akibat kalimat yang keluar dari orang tua,”Maaf ya, anak saya ini pemalu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya, anak-anak ternyata lebih sering menerima kalimat-kalimat negatif dibandingkan kalimat positif. Tidak saja di bumi pertiwi ini, juga di berbagai belahan negara lainnya. Mengutip penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, Alva menyebutkan, setiap hari anak mendapat perkataan negatif sebanyak 750 kata. Sebaliknya mereka hanya memperoleh kata positif sebanyak 65 kata per hari!</p>
<p style="text-align: justify;">“Bandingkan betapa porsi kata negatifnya lebih banyak dari kata positif. Menurut penelitian tersebut, kata negatif yang diperoleh anak datang tidak saja dari orang tuanya, tetapi dari lingkungan lainnya seperti nenek, teman, saudara, bahkan gurunya,” ucap Alva, prihatin.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal, untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, salah satu pupuk mujarab adalah dengan memberi mereka kata-kata positif, salah satunya berupa pujian jika anak melakukan sesuatu yang baik. Akan tetapi, pujian tersebut juga tidak boleh berlebihan. Jika porsi pujian diberikan di luar kewajaran, malah akan menjadi bumerang bagi anak, yaitu menjadikan anak overconfidence alias terlalu pede.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika anak sudah terlalu pede, ia akan sulit menerima feedback atau saran dari orang lain. Ia akan selalu merasa benar dan menyalahkan orang lain. Dengan sifat demikian, dalam hubungan sosial tentu saja ia akan dijauhi oleh lingkungannya.</p>
<p style="text-align: justify;">**</p>
<p style="text-align: justify;">MENUMBUHKAN rasa percaya diri pada anak ibarat memperlakukan tunas tumbuhan. Tunas tersebut bisa saja tumbuh hanya dengan bantuan alam, namun alangkah lebih suburnya jika kita ikut menyirami dan memupuk tunas yang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Alva, banyak hal yang bisa dilakukan orang tua dalam membantu anak memperoleh rasa percaya diri. “Misalnya, saat anak bertanya orang tua bisa menunjukkan rasa antusiasmenya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Lebih jauh bahkan mendorong anak untuk terus bertanya lagi, misalnya dengan ‘Oke, kamu mau tanya apa lagi?” Kebiasaan ini membuat anak kelak berani bertanya di kelas. Jika anak tidak dilatih berani bertanya di rumah, di sekolah ia bisa kebingungan dan takut terhadap komentar teman atau gurunya jika ia bertanya sesuatu,” tutur Alva.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa percaya diri juga ditumbuhkan melalui hal-hal yang kelihatan sepele namun sangat bermanfaat, misalnya melibatkan anak dalam mengambil keputusan di rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Contohnya anak diminta untuk mengusulkan akan ke mana pada liburan kali ini. Kalaupun kelak usulan itu ternyata tidak masuk akal atau tidak bisa dipenuhi, anak tetap diberi penghargaan atas usulannya. Dan orang tua menjelaskan dan memberikan alasan yang masuk akal mengapa mereka tak bisa menerima usulan tersebut,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk membuat anak percaya diri, orang tua harus melakukan pola asuh yang menstimulus atau merangsanag rasa percaya diri anak. Orang tua juga bisa membantu anak mendapatkan rasa percaya diri dengan mencari sumber percaya diri tersebut, yaitu potensi diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Potensi diri pada masing-masing anak bisa berbeda-beda. Ada yang bisa digali dari hasil akademisnya atau prestasi di sekolahnya. Namun, bukan berarti anak yang tidak berprestasi di sekolah tak memiliki sumber percaya diri tersebut. Potensi diri anak bisa digali dari jalur lainnya, misalnya kemampuan menyanyi, menari, atau juga sifat baik hati, ringan tangan, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang hampir sama dikemukakan International Director John Robert Power untuk Indonesia, Indayati Oetomo. Menurutnya, seorang anak yang pede tidak selalu berarti pandai, namun ia berani tampil dan mampu bersosialisasi dengan baik. “Anak itu juga biasanya atraktif,” katanya di sela-sela acara pencarian anak-anak pede “Bintang Pede Brseragam Putih Surf”, Minggu (27/8).</p>
<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan pemumpukan rasa percaya diri ini, Alva merasa tidak sreg dengan sistem peringkat di kelas. Peringkat kelas yang dibuat merujuk emampuan akademik bisa membuat anak yang tidak masuk jajaran besar merasa rendah diri dan menganggap dirinya bodoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian lucu namun juga mengaharukan terjadi pada salah seorang klien kecil Alva. Anak lugu yang baru kelas 1 SD tersebut bingung ketika tak mendengar namanya disebutkan dalam perolehan 10 besar murid di kelasnya. Ia berkata pada orang tuanya, “Ibu guru kayaknya ngggak kenal aku ya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika sekelompok orang setuju dengan sistem peringkat nilai akademik dengan alasan untuk mengetahaui kemampuan akademik anaknya, menurut Alva bisa disiasati dengan cara menanyakan langsung kepada guru yang bersangkutan. Guru boleh mengurutkan anak berdasarkan jumlah nilainya, namun tidak diumumkan langsung pada anak-anak. Orang tua yang berkepentingan bisa menanyakannya diam-diam.</p>
<p style="text-align: justify;">**</p>
<p style="text-align: justify;">MENANAMKAN sikap percaya diri hendaknya dilakukan sedini mungkin, terutama pada anak umur 5 hingga 12 tahun, saat didikan orang tua tertanam baik di otak anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena sifatnya bukan instan, sebaiknya rasa pede dipupuk sejak kecil. Jika sejak kecil anak sudah memiliki rasa pede yang kuat, lebih mudah untuk mengembangkan diri dan potensi yang ada pada dirinya,” ujar Indayati.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Indayati, rasa pede adalah bahan bakar utama keberhasilan seseorang dalam hidup ini. “Begitu bahan bakar itu didapat, tercapainya keberhasilan dalam segala kegiatan hanya masalah waktu, tergantung usaha yang dilakukan seseorang,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat orang tua ingin anaknya pede, sebaiknya ia tidak overprotective, namun tut wuri handayani. “Lepaskan anak untuk berkiprah dan orang tua mendorong dari belakang. Jangan terlalu banyak larangan, sehingga anak nanti ketakutan sendiri. Jangan menargetkan sesuatu untuk anak. Obsesi orang tua justru akan menekan anak. Berikan anak kenyamanan, bukan tekanan,” kata Indayati.</p>
<p style="text-align: justify;">Intervensi yang terlalu banyak dari orang tua, kata Indayati, akan mematikan kreativitas anak. Makanya, ia menyarankan, orang tua melatih anak sedini mungkin untuk ikut berkompetisi, berani tampil, sehingga ia kelak menjadi pede. (Ella/”PR”/Uci)***</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : pikiran-rakyat.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?feed=rss2&amp;p=102</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memadukan kompetensi Merekam di pentas seni</title>
		<link>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=93</link>
		<comments>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=93#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 01:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kaprog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[drama]]></category>
		<category><![CDATA[KBM]]></category>
		<category><![CDATA[materi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[rekaman]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Spektrum yang telah digunakan di kompetensi keahlian Teknik Audio Video, sekarang tidak terfokus ke arah teknisi saja. Ada beberapa kompetensi yang mengarah ke operator atau multimedia khususnya berkaitan dengan menggunakan perangkat komputer sebagai sarana untuk menyelesaikan tugasnya/belajarnya. Serta hasil dari prakteknya bisa digunakan untuk memadukan dengan kompetensi yang lain. Seperti yang terakhir saya lakukan yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><em>Spektrum </em></strong></span>yang telah digunakan di kompetensi keahlian Teknik Audio Video, sekarang tidak terfokus ke arah teknisi saja. Ada beberapa kompetensi yang mengarah ke operator atau multimedia khususnya berkaitan dengan menggunakan perangkat komputer sebagai sarana untuk menyelesaikan tugasnya/belajarnya. Serta hasil dari prakteknya bisa digunakan untuk memadukan dengan kompetensi yang lain. Seperti yang terakhir saya lakukan yaitu pementasan brama <span style="color: #ff0000;"><em><strong><a href="http://www.youtube.com/watch?v=wZe7oYwlFKA">&#8220;Ande-Ande Lumut&#8221;</a></strong></em></span> di pentas Perpisahan tingkat III yang baru-baru ini telah dilaksanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya pementasan seperti ini tidak asing lagi, karena memang sudah pernah ada sebelumnya. Hanya saja karena kompetensi merekan audio baru masuk di spektrum 2008, tugas anak-anak saya arahkan ke pentas seni perpisahan tersebut. Respon anak-anak ternyata bagus sekali, sehingga ada kompetisi di situ. Dikarenakan tidak semua hasil praktek dari anak-anak bisa kita tampilkan. Tetapi dari 10 kelompok yang saya bentuk hanya satu kelompok yang bisa tampil<span style="color: #ff0000;"><em> (tentunya dari mereka yang mempunyai kualitas rekaman yang paling baik)</em></span>. Proses rekaman selesai, giliran yang mengarahkan pertunjukkan di panggung adalah guru kompetensi Adaftif  <span style="color: #ff0000;"><em>(Bahasa Indonesia)</em></span> dan dibantu oleh yang lain sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di panggung nanti.</p>
<p><span id="more-93"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Proses perekaman sebenarnya tergolong mudah, kita hanya menyiapkan <span style="color: #ff0000;"><em>micropon,</em></span> <span style="color: #ff0000;"><em>mixer audio</em></span>, seperangkat komputer  dan speaker aktif yang relatif kecil. Sedangkan program yang kita gunakan hanya <span style="color: #ff0000;"><em>Ulead  Video studio 12. </em></span>Sebenarnya program ini untuk mengedit video. Tetapi karena memiliki dua track audio kita manfaatkan tarck ini untuk menginsertkan dialog di drama audio ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Keberhasilan proses perekaman adalah pemahaman karakter tokoh, dialog yang sinkrong sesuai cerita serta kualitas vokal yang mantap setiap pelakonnya. Dan ternyata respon dari penonton  cukup senang dan terhibur dari pementasan drama <strong><span style="color: #ff0000;"><em><a href="http://www.youtube.com/watch?v=wZe7oYwlFKA">&#8220;Ande-Ande Lumut tersebut&#8221;</a>.</em></span></strong> Semoga kompetensi yang lain juga dapat dipadukan untuk pengembangannya nanti. <img src="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/tambahan-kaskuser/alay.gif" style="border:none;background:none;" alt=":alay" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Video Pementasan Drama <a href="http://www.youtube.com/watch?v=wZe7oYwlFKA">&#8220;Ande-Ande Lumut&#8221;</a></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="371" height="300" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/q92rF6da-Us&amp;hl=en&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="371" height="300" src="http://www.youtube.com/v/q92rF6da-Us&amp;hl=en&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?feed=rss2&amp;p=93</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Juga Harus Belajar&#8230;.</title>
		<link>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=76</link>
		<comments>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=76#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 05:52:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kaprog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[KBM]]></category>
		<category><![CDATA[materi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[
Pasti kita pernah mendengar ucapan dari guru waktu kita masih sekolah, disaat kita mempunyai nilai yang jelek dalam ulangan harian misalnya, Guru itu berkata : &#8221; Belajar lagi yang rajin ya&#8230;., supaya nilainya bagus&#8221;. Atau saat kita malas belajar di kelas guru selalu memberikan motivasi  untuk giat belajar. Terkadang ada siswa yang bandel dan prestasinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/uploads/2010/03/study.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-81" title="Belajar sebelum Mengajar" src="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/uploads/2010/03/study-300x249.jpg" alt="" width="300" height="249" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pasti kita pernah mendengar ucapan dari guru waktu kita masih sekolah, disaat kita mempunyai nilai yang jelek dalam ulangan harian misalnya, Guru itu berkata : <span style="color: #ff0000;"><em>&#8221; Belajar lagi yang rajin ya&#8230;., supaya nilainya bagus&#8221;</em></span>. Atau saat kita malas belajar di kelas guru selalu memberikan motivasi  untuk giat belajar. Terkadang ada siswa yang bandel dan prestasinya menurun selalu berkata <span style="color: #ff0000;"><em>&#8221; Belajar lagi yang giat&#8230;.&#8221;</em></span>. <span style="color: #ff0000;"><em>Belajar&#8230;..Belajar&#8230;.dan Belajar</em></span>. Itulah yang senantiasa diucapka oleh sebagian para Guru di sekolah. <img src="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/tambahan-kaskuser/nerd.gif" style="border:none;background:none;" alt=":nerd" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kalimat perintah yang senantiasa diucapkan hampir mengarah ke siswa. Tetapi apakah seorang Guru juga masih mau belajar ketimabang menyuruh siswanya untuk belajar&#8230;.?. Jangan bilang karena sudah mengabdi sekian tahun maka sudah pengalaman dalam mengajar, Atau  karena materi yang disampaikan itu-itu saja sehingga seorang guru sudah dipandang begitu kompeten sehingga tidak mau untuk belajar lagi. <img src="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/fd_2.gif" style="border:none;background:none;" alt=":cd:" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa alasan mengapa Guru harus juga Belajar di era seperti ini, diantaranya&#8230;:</p>
<p><span id="more-76"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>1. Kurikulum yang sering berubah</strong></span></p>
<p>Kurikulum dibuat untuk memberikan batasan materi yang akan disampaiakan  di KBM suatu sekolah. Kurikulum biasanya mengacu kondisi dan situasi  sekarang ini dan memang sebisa mungkin sifatnya harus bisa menyesuaikan  keadaan jaman sehingga nantinya bisa diterapkan di kehidupan nyata kelak  oleh siswanya. Seorang Guru kalau tidak bisa menyesuaikan cara  mengajarnya sesuai kurikulum yang dibuat oleh sekolah maka tidak menutup  kemungkinan siswanya juga tidak bisa menyesuaikan keadaan jaman  sekarang ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>2. Strategi Pembelajaran</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang Guru dituntut kreatif untuk bisa menyampaikan materi dalam berbagai penyampaian. Maka dari itu harus dibutuhkan strategi yang jitu supaya meteri itu bisa nyampai ke siswa. Karena kondisi kelas yang satu dengan yang lainnya pastilah berbeda karakteristiknya. Jadi jika seorang Guru tidak peka akan hal itu maka tidaklah mustahil mendapatkan hasil yang tidak maksimal dalam penyampaian materinya di kelas.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>3. Penguasaan Kelas</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Materi akan lebih cepat nyampai ke siswa manakala saat KBM di kelas berjalan sesuai dengan RPP yang dibuat oleh masing-masing Guru. RPP akan berjalan normal manakala seorang guru bisa menguasai kelas saat KBM berlangsung. Misal saat guru sedang mengajar kelas ramai tak terkendali atau ada beberapa siswa yang keluar masuk ke belakang tapi tidak ditegur sehingga kondisi kelas tidak <em><span style="color: #ff0000;">kondusif</span> </em>untuk KBM. Padahal penguasaan materinya bagus dan tertata dengan rapi. Terkadang ini juga dilupakan oleh seorang Guru pada saat mengajar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">4. Mudah berbagi (Sharring) dengan siswa</span><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Siswa sekarang beda dengan siswa jaman dulu, dimana siswa sekarang lebih peka dan kritis dengan kondisi yang ada di sekitar mereka. Semisal ada seorang guru yang hanya membaca buku dalam  menyampaikan di depan kelas mereka akan berkata &#8221; wah gurunya aja baru membaca materi, gimana saya bisa&#8230;?&#8221;, atau gurunya hanya menyuruh sekretaris kelas menulis di papan tulis pastilah para siswa memandang guru tersebut kurang kompeten. Maka dari itu guru dituntut bisa share ilmu, karena tidak menuntut kemungkinan siswa lebih tau informasi materi seiring dengan kemajuan TIK yang bisa diakses oleh siswa sekarang ini. Guru sekarang janganlah merasa paling pinter dihadapan siswanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>6. Membuat Model Pembelajaran</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Diakui atau tidak, metode mengajar dengan hanya mengandalkan papan tulis <em><span style="color: #ff0000;">(konvensional) </span></em>adalah metode kuno yang sudah tidak jamannya lagi. Guru harus mahir membuat presentasi untuk disampaiakan dengan menggunakan LCD, harus bisa mengoperasikan Aplikasi <span style="color: #ff0000;"><em>power point</em></span>, dan aplikasi lainnya. Intinya seorang guru seharusnya bisa mengoperasikan komputer untuk kebutuhan mengajarnya. Oleh karena itu Bukan buku lagi yang ditenteng masuk ke kelas, tetapi <span style="color: #ff0000;"><em>Laptop</em></span> yang ditenteng ke kelas yang didalamnya sudah terisi perangkat pembelajaran untuk siswanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>7. Mengetahui Teknologi internet</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ketinggalan jaman rasanya jika seorang guru tidak tahu teknologi internet sekarang ini. Begitu banyak ilmu yang dapat diakses oleh setiap orang (tidak menutup kemugkinan siswa), dan banyaknya jejaring sosial yang bisa digunakan untuk share dengan orang lain (tidak menuntut kemungkinan siswa) sehingga siswa dapat tahu dulu sebelum materi disampaiakn gurunya. Oleh karena itu kalo seorang guru tidak bisa mengakses ilmu-ilmu dari luar (internet) bisa saja kalah informasinya dengan siswanya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah sekilas gambaran yang saya rasakan, pentingnya belajar bagi seorang Guru sekalipun sudah berpengalaman dalam mengajar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?feed=rss2&amp;p=76</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran Produktif Berbasis internet</title>
		<link>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=57</link>
		<comments>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=57#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 01:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kaprog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[KBM]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah sekian lama berinteraksi dengan dunia maya, ternyata banyak manfaat yang dapat saya ambil diantaranya saya banyak kenalan walau hanya lewat tulisan dan komentar-komentar. Mulai dari teman-teman yang ada di milis grup, Blog serta jejaring sosial semacam FB, Hi 5, My Page 5, Multiply, Netlog dan lain sebagainya. Saya banyak menimba ilmu dari sana.

Dari situlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_65" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/uploads/2010/03/logo-browser.jpg"><img class="size-medium wp-image-65" title="logo browser" src="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/uploads/2010/03/logo-browser-300x204.jpg" alt="" width="300" height="204" /></a><p class="wp-caption-text">logo browser internet</p></div>
<p style="text-align: justify;">Setelah sekian lama berinteraksi dengan dunia maya, ternyata banyak manfaat yang dapat saya ambil diantaranya saya banyak kenalan walau hanya lewat tulisan dan komentar-komentar. Mulai dari teman-teman yang ada di <em><span style="color: #ff0000;"><strong><a href="http://groups.yahoo.com/av_smkbulakamba">milis grup</a></strong>,</span></em> <strong><span style="color: #ff0000;"><em><a href="http://wordpress.com">Blog</a></em></span></strong> serta jejaring sosial semacam <strong><span style="color: #ff0000;"><em><a href="http://facebook.com">FB</a>, <a href="http://hi5.com">Hi 5</a>, <a href="http://mypage5.com">My Page 5</a>, <a href="http://multiply.com">Multiply</a>, <a href="http://netlog.com">Netlog</a></em></span></strong> dan lain sebagainya. Saya banyak menimba ilmu dari sana.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dari situlah timbul pemikiran bahwa ilmu kalo kita pendam sendiri tidaklah berarti, tapi kalo kita sebarkan akan lebih bermanfaat dan bisa menambah pahala. Saya hanya user/neter yang memanfaatkan Teknologi internet untuk keperluan pendidikan walau terkadang untuk menghilangkan rasa jenuh sesekali ngakses untuk keperluan hiburan semisal download lagu atau video <span style="color: #ff0000;"><em>(tentunya bukan video porno yang pasti)</em></span>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><span id="more-57"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Saya mencoba untuk menularkan ilmu yang saya dapat di dunia maya dan saya tuangkan ke  email groups <em><strong><span style="color: #ff0000;">(<a href="http://groups.yahoo.com/av_smkbulakamba">milis  TAV</a></span> <span style="color: #ff0000;">)</span></strong></em>, ke <strong><span style="color: #ff0000;"><em><a href="http://smkn1bulakamba.sch.id/av">Blog</a></em></span></strong> bahkan ke <span style="color: #ff0000;"><em><a href="http://www.facebook.com/heru.bulakamba"><strong>FB</strong> </a></em></span> yang saya punya. Sebagai pendidik dan pengajar memang harus semacam itu harus menularkan ilmunya ke anak didiknya jangan tanggung-tanggung. Asalkan ilmu-ilmu yang berkenaan dengan materi yang kita ajarkan. Alhamdulillah dengan apa yang saya lakukan sebagai variasi dalam penyampaian materi Pelajaran siswa-siswi kami antusias dan merespon dengan baik.  <img src="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/peluk.gif" style="border:none;background:none;" alt=":peluk" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Strategi saya dalam pembelajaran lewat <span style="color: #ff0000;"><em>Teknologi berbasis internet</em></span> adalah membuat artikel/materi yang di posting lewat <em><strong><a href="http://groups.yahoo.com/av_smkbulakamba">milis</a></strong> </em>atau <span style="color: #ff0000;"><em><strong><a href="http://smkn1bulakamba.sch.id/av">blog</a></strong> </em></span>yang nantinya akan kita sampaikan di minggu berikutnya. Siswa kita giring/kita arahkan ke <a href="http://smkn1bulakamba.sch.id">Blog</a> atau materi sudah dishare di milis, kalo di <em><strong><a href="http://smkn1bulakamba.sch.id">blog</a> </strong></em>tentunya alamat httpnya kita berikan ke siswa, sedangkan di milis sebagian siswa sudah menjadi membernya. Kemudian siswa kita arahkan untuk memberikan komentar (berupa pendapat, pertanyaan, atau keluhan). Nah dari beberapa komentar siswa tadi kita jadi tau untuk menerapkan strategi apa yang nanti kita sampaikan di pertemuan berikutnya.  <img src="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/fd_7.gif" style="border:none;background:none;" alt=":repost:" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Muara dari pembelajaran di kelas adalah keberhasilan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran yang disampaiakan gurunya. Paling tidak 70% siswa setelah dievaluasi bisa menjawab soal dengan benar dikatakan siswa telah lulus dalam kompetensinya/pelajaranya. Sedangkan keberhasilan guru dalam menyampaikan materi di kelas paling tidak 85% siswa lulus dalam evaluasi yang kita berikan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Keuntungan dari pembelajaran berbasis internet dalah tidak mengenal waktu, dan dapat diakses dimana saja. Asal pengetahuan seputar internet sudah dikenalkan saat pertama kali siswa masuk ke sekolah. Sedangkan KBM di sekolah terbatas oleh waktu dengan kurikulum sekarang yang banyak mengurangi KBM produktif , terobosan pembelajaran produktif <strong><em><a href="http://smkn1bulakamba.sch.id/av">(jurusan)</a></em></strong> lewat internet sangatlah membantu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><em>Hayooo&#8230;siapa yang mau coba&#8230;..  <img src="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/I-Luv-Indonesia.gif" style="border:none;background:none;" alt=":iloveindonesia" /><br />
</em></strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?feed=rss2&amp;p=57</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Video Klip dengan hand phone</title>
		<link>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=37</link>
		<comments>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=37#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 02:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kaprog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[edit video]]></category>
		<category><![CDATA[hp]]></category>
		<category><![CDATA[KBM]]></category>
		<category><![CDATA[Tip]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Munculnya spektrum baru di materi pembelajaran Teknik Audio Video yaitu spektrum 2008, membuat sebagian guru produktif terkaget kaget    .
Gimana tidak kaget, karena ada sebagian materi ada yang benar-benar baru diantaranya :

Membuat master audio
Merekam di studio
Menginstalasi tape mobil
Mempersiapakan dokumentasi video
Membuat dokumentasi video
Memperbaiki VCR

Materi yang saya sebutkan diatas benar-benar baru dan baru masuk kurikulum di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Munculnya spektrum baru di materi pembelajaran <span style="color: #ff0000;"><em>Teknik Audio Video </em></span>yaitu spektrum 2008, membuat sebagian guru produktif terkaget kaget  <img src="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/fd_2.gif" style="border:none;background:none;" alt=":cd:" />  .</p>
<p style="text-align: left;">Gimana tidak kaget, karena ada sebagian materi ada yang benar-benar baru diantaranya :</p>
<ol style="text-align: center;">
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><em>Membuat master audio</em></span></li>
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><em>Merekam di studio</em></span></li>
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><em>Menginstalasi tape mobil</em></span></li>
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><em>Mempersiapakan dokumentasi video</em></span></li>
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><em>Membuat dokumentasi video</em></span></li>
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><em>Memperbaiki VCR</em></span></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Materi yang saya sebutkan diatas benar-benar baru dan baru masuk kurikulum di kompetensi keahlian teknik audio video pada<span style="color: #ff0000;"><em> spektrum 2008</em></span>. Oleh karena itu sebagai guru kita harus bisa mensiasati apa yang diinginkan kurikulum tersebut. Mengingat karena kurikulum yang baru dan peralatan yang serba terbatas sedangkan KBM harus tetap dijalankan, salah satunya dalam praktek <span style="color: #ff0000;"><span style="text-decoration: underline;"><strong><em>membuat dokumentasi video</em></strong></span> </span>kita memanfaatkan teknologi hp untuk membuat klip video.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut tutorialnya&#8230; <img src="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/tambahan-kaskuser/cendol.gif" style="border:none;background:none;" alt=":cendol" /></p>
<ol style="text-align: center;"> <span id="more-37"></span></p>
<li style="text-align: justify;">Ambil HP tipe apa saja yang penting bisa untuk merekam video..</li>
<li style="text-align: justify;">Gunakan untuk mengambil video sesuai lagu yang dinyanyikan.</li>
<li style="text-align: justify;">Kopi pastekan file kamu ke komputer.</li>
<li style="text-align: justify;">Gunakan program editing video yang kamu kuasai.</li>
<li style="text-align: justify;">Masuk ke menu edit Video</li>
<li style="text-align: justify;">Hubungkan HP kamu ke PC</li>
<li style="text-align: justify;">Browse video klik file kamu</li>
<li style="text-align: justify;">klik video hp yang kamu rekam</li>
<li style="text-align: justify;">drag ke area edit</li>
<li style="text-align: justify;">insertkan audio sesuai lagu kamu</li>
<li style="text-align: justify;">potong sana sini klip untuk mengepaskan audio</li>
<li style="text-align: justify;">Bisa memberikan teks pada menu title</li>
<li style="text-align: justify;">Klik icon share</li>
<li style="text-align: justify;">pilih created video file</li>
<li style="text-align: justify;">klik video 3GP atau MP4</li>
<li style="text-align: justify;">Nunggu proses untuk rendering</li>
<li style="text-align: justify;">jadilah video klip untuk hp kamu</li>
<li style="text-align: justify;">Simpan kembali ke hp kamu</li>
<li style="text-align: justify;">Mainkan..</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><em><strong>Selamat mencoba&#8230;&#8230;&#8230;.</strong></em></span><br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="316" height="216" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="align" value="center" /><param name="src" value="http://www.4shared.com/embed/236511869/e3c82bb3" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="316" height="216" src="http://www.4shared.com/embed/236511869/e3c82bb3" allowfullscreen="true" align="center"></embed></object></p>
<p style="text-align: center;">Video klip diatas  sebagian contoh  yang dibuat oleh siswa</p>
<p style="text-align: center;">Tutorialnya bisa anda download <span style="color: #ff0000;"><strong><em><a href="http://www.4shared.com/file/236512638/f1936d84/edit_video_studio_12.html" target="_blank">disini</a></em></strong></span> <img src="http://smkn1bulakamba.sch.id/av/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/shakehand2.gif" style="border:none;background:none;" alt=":shakehand2" /></p>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1bulakamba.sch.id/av/?feed=rss2&amp;p=37</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
