Memadukan kompetensi Merekam di pentas seni
Spektrum yang telah digunakan di kompetensi keahlian Teknik Audio Video, sekarang tidak terfokus ke arah teknisi saja. Ada beberapa kompetensi yang mengarah ke operator atau multimedia khususnya berkaitan dengan menggunakan perangkat komputer sebagai sarana untuk menyelesaikan tugasnya/belajarnya. Serta hasil dari prakteknya bisa digunakan untuk memadukan dengan kompetensi yang lain. Seperti yang terakhir saya lakukan yaitu pementasan brama “Ande-Ande Lumut” di pentas Perpisahan tingkat III yang baru-baru ini telah dilaksanakan.
Sebenarnya pementasan seperti ini tidak asing lagi, karena memang sudah pernah ada sebelumnya. Hanya saja karena kompetensi merekan audio baru masuk di spektrum 2008, tugas anak-anak saya arahkan ke pentas seni perpisahan tersebut. Respon anak-anak ternyata bagus sekali, sehingga ada kompetisi di situ. Dikarenakan tidak semua hasil praktek dari anak-anak bisa kita tampilkan. Tetapi dari 10 kelompok yang saya bentuk hanya satu kelompok yang bisa tampil (tentunya dari mereka yang mempunyai kualitas rekaman yang paling baik). Proses rekaman selesai, giliran yang mengarahkan pertunjukkan di panggung adalah guru kompetensi Adaftif (Bahasa Indonesia) dan dibantu oleh yang lain sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di panggung nanti.
Guru Juga Harus Belajar….
Pasti kita pernah mendengar ucapan dari guru waktu kita masih sekolah, disaat kita mempunyai nilai yang jelek dalam ulangan harian misalnya, Guru itu berkata : ” Belajar lagi yang rajin ya…., supaya nilainya bagus”. Atau saat kita malas belajar di kelas guru selalu memberikan motivasi untuk giat belajar. Terkadang ada siswa yang bandel dan prestasinya menurun selalu berkata ” Belajar lagi yang giat….”. Belajar…..Belajar….dan Belajar. Itulah yang senantiasa diucapka oleh sebagian para Guru di sekolah. ![]()
Kalimat perintah yang senantiasa diucapkan hampir mengarah ke siswa. Tetapi apakah seorang Guru juga masih mau belajar ketimabang menyuruh siswanya untuk belajar….?. Jangan bilang karena sudah mengabdi sekian tahun maka sudah pengalaman dalam mengajar, Atau karena materi yang disampaikan itu-itu saja sehingga seorang guru sudah dipandang begitu kompeten sehingga tidak mau untuk belajar lagi. ![]()
Ada beberapa alasan mengapa Guru harus juga Belajar di era seperti ini, diantaranya…:
Pembelajaran Produktif Berbasis internet
Setelah sekian lama berinteraksi dengan dunia maya, ternyata banyak manfaat yang dapat saya ambil diantaranya saya banyak kenalan walau hanya lewat tulisan dan komentar-komentar. Mulai dari teman-teman yang ada di milis grup, Blog serta jejaring sosial semacam FB, Hi 5, My Page 5, Multiply, Netlog dan lain sebagainya. Saya banyak menimba ilmu dari sana.
Dari situlah timbul pemikiran bahwa ilmu kalo kita pendam sendiri tidaklah berarti, tapi kalo kita sebarkan akan lebih bermanfaat dan bisa menambah pahala. Saya hanya user/neter yang memanfaatkan Teknologi internet untuk keperluan pendidikan walau terkadang untuk menghilangkan rasa jenuh sesekali ngakses untuk keperluan hiburan semisal download lagu atau video (tentunya bukan video porno yang pasti).
Membuat Video Klip dengan hand phone
Munculnya spektrum baru di materi pembelajaran Teknik Audio Video yaitu spektrum 2008, membuat sebagian guru produktif terkaget kaget
.
Gimana tidak kaget, karena ada sebagian materi ada yang benar-benar baru diantaranya :
- Membuat master audio
- Merekam di studio
- Menginstalasi tape mobil
- Mempersiapakan dokumentasi video
- Membuat dokumentasi video
- Memperbaiki VCR
Materi yang saya sebutkan diatas benar-benar baru dan baru masuk kurikulum di kompetensi keahlian teknik audio video pada spektrum 2008. Oleh karena itu sebagai guru kita harus bisa mensiasati apa yang diinginkan kurikulum tersebut. Mengingat karena kurikulum yang baru dan peralatan yang serba terbatas sedangkan KBM harus tetap dijalankan, salah satunya dalam praktek membuat dokumentasi video kita memanfaatkan teknologi hp untuk membuat klip video.
Berikut tutorialnya… ![]()
Try Out….Try Out…dan Try Out…
Persiapan itu memang perlu dalam berbagai hal, termasuk persiapan Ujian. Persiapan ujian yang sering dilaksanakan oleh sekolah-sekolah baik tingkat SMP ataupun SMK dinamakan dengan Try Out. Karena tanpa Try Out mustahil kiranya dapat membuahkan hasil yang maksimal saat menempuh Ujian nanti. Begitupun di sekolah kami SMK N 1 Bulakamba.
Terhitung dari awal semester sekolah sudah melaksanakan 3 kali Try out, minggu ini dimulai dari tanggal 1 Maret s/d 4 Maret 2010 adalah Try out terakhir yang dilakasanakan oleh pihak sekolah. Adapun prosentase keberhasilan (tingkat kelulusan dari siswa yang melaksanakan Try Out (kompetensi Keahlian Teknik Audio Video) adalah sebagai berikut :
- Try out ke-1 yang dilaksanakan akhir Januari mempunyai tingkat kelulusan 44,4%
- Try out ke-2 yang dilaksanakan di bulan Februari mempunyai tingkat kelulusan 47,22 %
- Try out ke-3 yang dilaksanakan bulan Maret ini tingkat kelulusannya hampir 66,67 %



